Garis Besar Dari Iman Dasar Kristen

Kristen

Sekarang ini, kata tersebut merupakan ambigu. Kata tersebut terbayang di siliksan kita tentang bermacam hal dan ingatan, yang berbeda bagi setiap orang. Bagi beberapa orang, ini mengingatkan pada peristiwa-peristiwa sejarah tertentu seperti Perang Salib, Inkuisisi Spanyol, atau Salem Witch Trials. Yang lainnya mungkin berpikir tentang gereja, menyembah Allah, atau tentang masuk sorga. Bagi yang lainnya lagi, ini mungkin adalah pengingat terhadap skandal-skandal di antara para penginjil televisi. Bagaimanapun itu bahwa kita mengetahui kekristenan, persepsi kita berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan kita tentang hal itu. Bagi banyak orang, pengalaman tersebut bisa dari mendengar berita tentang hal itu melalui media (seperti TV, koran, dsb), menghadiri kebaktian, berbicara dengan teman-teman dan kerabat, atau mengamati orang-orang yang menyebut diri mereka “kristen”. Akan tetapi, banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang Kekristenan dari membaca Alkitab. Sepanjang Alkitab dipandang penting bagi Kekristenan oleh kebanyakkan orang, memperoleh sebuah penahanan dari apa yang terdapat di dalamnya dapat membantu dalam membentuk gambaran yang lebih komplit tentang Kekristenan. Karena itulah saya berniat untuk mempresentasikan dan membicarakan bermaco topik yang mungkin tidak dapat diketahui selain melalui Alkitab.

Saya ingin menegaskan bahwa bagi seseorang lebih baik memahami Kekristenan melalui sebuah pengetahuan dari Alkitab, tidak penting apakah orang tersebut memandang Alkitab adalah benar atau tidak. Memang, dalam memperoleh sebuah pemahaman terhadap agama apapun, penting untuk memahami bahwa umat dari agama tersebut memandang benar Kitab Suci mereka. Maka, topik yang dipresentasikan dimaksudkan bersifat informatif dan bukan persuasif. Bahwa, mereka yang dibicarakan apa yang dikatakan Alkitab tanpa berusaha untuk mendesak seseorang untuk percaya bahwa Alkitab adalah benar.

Warta Dasar Alkitab

“Banyak orang membayangkan tentang Tuhan yang duduk nyaman di sebuah singgasana yang jauh, tidak tertarik dan tidak peduli terhadap kebutuhan para makhluk hidup, sampai mungkin mereka mengusik-Nya untuk bertindak” (1).

Hal ini tentunya bukanlah Tuhan yang digambarkan Alkitab. Bagian ini akan membicarakan  warta dasar dari Alkitab, dan jelaslah bahwa Allah merupakan bagian dari warta dasar ini. Manusia merupakan elemen penting lainnya yang selalu disebutkan di dalam Alkitab. Namun, Alkitab tidak hanya berisi tentang manusia dan Allah saja, tetapi juga hubungan antara manusia dan Allah. Disampaikan dengan sederhana adalah kisah Alkitab tentang hubungan ini.

Pada Mulanya….

Pada mulanya, Alkitab membicarakan tentang satu Allah yang sempurna yang menciptakan segalanya. Dia menciptakan manusia, dan manusia diciptakan menurut gambar Allah sendiri  (Kejadian 1:27). Manusia sama seperti Allah bahwa manusia diciptakan bebas dari cacat. Maka, manusia dan Allah dapat menikmati hubungan yang sempurna.

Semuanya Telah Berbalik

Karena manusia serupa dengan Allah dan memiliki kehendak dan kebebasan sendiri untuk memilih, manusia, dengan kehendaknya sendiri, telah memilih untuk pergi ke jalannya sendiri, yang berlawanan dengan jalan Allah. Alkitab mengatakan bahwa setiap orang telah melakukan hal itu:
“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri” (Yesaya 53:6). Hal ini sama seperti seorang anak yang meninggalkan rumahnya, sebuah analogi dalam Perumpamaan Tentang Anak Yang Hilang (Lukas 15:11-32). Bayangkan seorang anak yang berusia tiga tahun berkata kepada orang tuanya bahwa dia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mencari jalannya sendiri di kehidupan. Walaupun tak mampu untuk bertahan hidup tanpa kedua orang tuanya, dia tetap memilih untuk pergi. Sama halnya dimana Alkitab menunjukkan bahwa manusia sungguh tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Allah, namun dia tetap memilih untuk pergi melalui jalannya sendiri daripada melalui jalan Allah.

Dosa

Istilah yang digunakan Alkitab untuk menunjukkan jalan manusia yang berlawanan dengan jalan Allah adalah dosa. Dosa inilah yang memisahkan manusia dari Allah: “Dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar adalah dosamu” (Yesaya 55:2). Roma 6:23 mengatakan bahwa “usai dosa ialah maut.” Manusia secara spiritual terpisah dari Allah dan mendapatkan maut sebagai usai dari dosanya. Seperti sebatang ranting yang terpisah dari pokok anggurnya (Yohanes 15:5), manusia mungkin kelihatan hidup untuk sementara, namun di dalam arti sebenarnya, dia mati karena dia telah terpisah dari sumber kehidupan.

Apa Yang Dapat Dilakukan Manusia Untuk Kembali epada Allah?

Karena manusia telah merusak hubungan sempurnanya dengan Allah yang sempurna, dia secara spiritual mati dan terpisah dari Allah. Bagaimana manusia dapat menyelamatkan diri dari situasi yang buruk ini? Banyak orang yang merasa terpisah dari Allah mencoba untuk mengembalikan hubungan ini dengan melakukan beberapa hal, seperti mengikuti acara dan aktivitas keagamaan, menjalani hidup dengan kebaikan, memberi sedekah atau hidup dengan standar moral tertentu. Namun, Alkitab mengatakan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri (Matius 19:25-26). Tidak ada hal-hal baik yang dapat dilakukan manusia yang dapat memulihkan hubungannya dengan Allah (Efesus 2:8-9 ; Titus 3:5). Dibiarkan pada dirinya sendiri, manusia selamanya terpisah dari Allah.

Apa Yang Allah Lakukan?

Bagaimanapun juga, Allah berkeinginan untuk memulihkan hubungan sempurna manusia dengan-Nya. Berdasarkan 1 Timotiur 2:3-4, Allah menghendaki seluruh manusia untuk diselamatkan. Dan Yehezkiel 33:11 berkata bahwa Allah tidak berkenan kepada kematian bagi mereka yang berpaling dari-Nya. Jadi apa yang dilakukan Allah?

Agar dapat mengkobuh hubungan sempurna dengan Allah, pertama-tama manusia harus dibuat sempurna, tanpa dosa, sebab Allah adalah sempurna (Matius 5:48). Tapi manusia telah diselubungi oleh ketidaksempurnaan karena keputusannya sendiri untuk berpisah dengan Allah. Allah perlu untuk membersihkan dosa manusia kerlebih dahulu sebelum hubungan manusia dengan Allah dapat dipulihkan.

Alkitab mengatakan bahwa Allah menjadi manusia (Yohanes 1:14) dan hidup tanpa dosa, walaupun dicobai dalam berbagai cara seperti manusia (Ibrani 4:15). Nama-Nya adalah Yesus. Walaupun Yesus adalah satu-satunya manusia yang tidak pernah berdosa dan tidak pernah terpisah dari Allah, Dia secara sukarela menyerahkan nyawa-Nya.

“Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali” (Yohanes 10:17-18).

Dia membiarkan diri-Nya sendiri untuk disalib dan bahkan menanggung seluruh dosa di dunia agar hubungan antara Allah dan manusia dapat dipulihkan.

“Dia ybni tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21)

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18)

Maka Allah membuat sebuah jalan agar manusia menjadi sempurna, tanpa dosa, dihadapan-Nya. Yesus membayar upah dosa yaitu maut dan keterpisahan bagi manusia sehingga manusia tidak perlu membayarnya.

Menerima Karunia Allah

Jadi, apakah Alkitab mengatakan bahwa semua manusia telah dipulihkan kepada Allah oleh karena apa yang telah Yesus lakukan? Tidak. Roma 6:23 mengatakan bahwa “karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Hal ini sama seperti jika seseorang di sudut jalan menawarkan uang sepuluh dolar. Agar menjadi sepuluh dolar lebih jawa, maka seseorang harus mengambil uang yang ditawarkan oleh orang tersebut. Ada tindakan untuk menerima karunia yang bersangkutan. Pada hal yang sama, Alkitab berbicara tentang menerima karunia hidup abadi dari Allah (keabadian bersama Allah). Ayat-ayat berikut menjelaskan bagaimana hal ini dilakukan:

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya juara supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya ; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang kali-kali, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:12-13)

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutn bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10)

Jelas sekali, percaya kepada Yesus dalah hal penting untuk dapat menerima karunia Allah. Tapi yang dimaksud dengan percaya di sini lebih dari hanya membentuk sebuah sistem kepercayaan. Ketika Alkitab mengatakan “percaya dalam hatimu,” ini merujuk pada suatu kepercayaan yang lebih dalam, sesuatu yang akan mempengaruhi cara seseorang menjalani hidupnya. Adalah sebuah tindakan dalam mempercayai Yesus untuk melakukan apa yang Dia katakan Dia akan lakukan. Yesus berkata:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok ; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku malam bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20)

Catatan:
1. John R. W. Stott, Basic Christianity, Inter-Varsity Press, Illinois, 1971, hal: 11

Sebagai kesimpulan, Alkitab memberikan warta sebagai berikut:

Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan mempunyai hubungan yang sempurna dengannya

Yesus mengatakan,”….Aku datang, supaya mereka mempunyai dan mempunyai dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10)

“….kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1).

Manusia memilih untuk pergi ke jalannya sendiri daripada ke jalan Allah. Sebagai akibat berpaling dari Allah (dosa), manusia telah memisahkan dirinya dengan Allah dan secara spiritual mati

“….yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahnt ialah segala kejahatanmu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2).

Melalui diri sendiri, tidak ada cara untuk mendapatkan kesempurnaan yang diperlukan untuk menjembatani pemisah dari Allah. Sepanjang sejarah, banyak orang telah mencoba berbagai cara…….tanpa kesuksesan.

Perbuatan baik tidak akan dapat membantunya….ataupun agama….ataupun uang….ataupun moralitas….ataupun filosofi….

“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12).

Obat dari Allah: Salib

Yesus Kristus adalah satu-satunya jawaban dari masalah ini. Dia mati di atas kayu salib dan bangkit dari kematian, membayar hukuman atas dosa kita dan menjembatani pemisah antara Allah dan manusia. Maka dari itu, memulihkan manusia kepada Allah di dalam sebuah hubungan yang sempurna.

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah….” (1  Petrus 3:18)

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” (1 Timotius 2:5)

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)

Respon Kita

Manusia harus menerima karunia ini agar dapat menikmati kehidupan kelak bersama Allah. Ini menyangkut untuk meminta karunia-Nya dan percaya bahwa Dia akan melakukannya menurut apa yang dikatakan oleh Alkitab:

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kelak dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke ellan hidup” (Yohanes 5:24)

Apakah ada alasan mengapa anda tidak seharusnya menyeberang ke sisi Allah dan yakin akan kehidupan kekal?

Bagaimana cara menerima Kristus?

1. Akuilah kesalahan anda (saya seorang pendosa)
2. Berkehendaklah untuk berbalik dari dosa anda (bertobat)
3. Percaya bahwa Yesus Kristus mati  bagi anda di atas kayu salib dan bangkit dari kematian
4. Melalui doa, undanglah Yesus Kristus untuk datang ke dalam diri anda dan mengontrol hidup anda melalui  Roh Kudus (terima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat anda di kehidupan anda)

Apa Yang Didoakan?

Tuhan Yesus Kristus,
Saya tahu bahwa saya adalah seorang penempa dan membutuhkan ampunan-Mu
Saya percaya bahwa Engkau telah mati untuk dosa-dosaku
Sekarang saya mengundang-Mu untuk datang ke dalam hati dan kehidupan-Ku
Saya ingin percaya dan mengikuti-Mu sebagai Tuhan dan Juru Selamat di dalam hidupku
Di dalam nama-Mu, Amen.

Jaminan Allah Akan Kehidupan Kekal:

Jika anda telah berdoa dengan doa tersebut dan percaya kepada Kristus, maka Alkitab mengatakan bahwa anda pasti mendapatkan kehidupan kekal.

“Sebab barangsiapa yang berseru kepada mana Tuhan akan diselamatkan” (Roma 10:13)

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh imam; itu bukan hasil upahant, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9)

Dengan menerima Kristus, kita lahir di dalam keluarga Allah melalui pekerjaan supranatural Roh Kudus yang diam di dalam setiap orang yang percaya….hal ini disebut “hidup baru”

Artikel ini diterjemahkan dari artikel Outline of the Basic Christians Beliefs karya Answering Islam Team, sumber online: CLICK!

Pos ini dipublikasikan di Kristologi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s