Alquran dan Trinitas

Umat Muslim sering menuduh bahwa umat Kristen merupakan agama polytheist atau penyembah banyak Tuhan. Lebih tepatnya, Muslim menuduh bahwa umat Kristen menyembah tiga Tuhan. Umat Muslim mempunyai dasar atas tuduhan itu, yaitu ayat Alquran berikut ini:

Janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan) itu tiga“. Berhentilah (dari ucapan itu. (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak….(Qs 4:17)

Sesungguhnya kadirkah orang-orang yang mengatakan:”Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga“, padahal sekali-sekali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa (Qs 5:73)

Ayat tersebut tentunya menyinggung tentang iman umat Kristen. Secara tidak langsung Alquran melalui kedua ayat tersebut menuduh bahwa umat Kristen menyembah tiga Tuhan, dan bahkan tuduhan tersebut masih digemakan oleh umat Islam sampai saat ini.
Selain itu, juga menurut  Alquran bahwa tiga Tuhan yang disembah umat Kristen adalah Allah, Isa/Yesus dan Maryam/Maria (bukan Roh Kudus, karena menurut Muslim, Roh Kudus itu adalah malaikat Jibril):

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:”Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain  Allah?‘” Isa menjawab:”Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika pernah aku mengatakan, maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib (Qs 5:116)

Diperkuat oleh:

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlaku sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya bisa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami) kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu ) (Qs 5:75)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menggalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”…. (Qs 5:17)

Menurut kedua ayat pendukung di atas, Alquran melarang manusia untuk menyembah Isa dan Maryam sebab baik Isa dan Maryam adalah manusia semenjak mereka memakan makanan dan dapat dibinasakan Allah SWT.
Benarkah semua anggapan Alquran di atas bahwa orang Kristen menyembah tiga Tuhan, yaitu Allah, Isa/Yesus dan Maryam/Maria? SALAH!!!

Tidak ada satupun orang Kristen dari abad 1 Masehi sampai sekarang yang mengatakan bahwa umat Kristen menyembah tiga Tuhan. Umat Kristen hanya menyembah satu Tuhan Yang Esa, yang menyatakan diri-Nya ke dalam wujud 3 Pribadi, yaitu Bapa, Yesus, dan Roh Kudus. Imam Kristen yaitu: Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah, dan Allah adalah Satu. Tuduhan Alquran yang mengatakan  bahwa umat Kristen menyembah tiga Tuhan hanyalah menunjukkan kesalahan Alquran  akibat dari Muhammad yang tidak paham akan imam Kristen, terutama tentang Trinitas.

Trinitas adalah imam Kristen bahwa Allah yang Esa menyatakan diri-Nya dalam Tiga Pribadi Yang Berbeda namun tak terpisahkan. Sedangkan paham tentang tiga Tuhan disebut Tritheis!
Selain itu juga tidak ada satupun umat Kristen dari abad pertama sampai sekarang yang menganggap bahwa Maria, ibunda Yesus, adalah Tuhan. Memang ada beberapa umat Kristen yang menghormati Bunda Maria, tetapi mereka tidak menganggapnya sebagai Tuhan! Inilah kesalahan Alquran tentang imam Kristen. Bukti bahwa Alquran bukan kitab yang berasal dari Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Masih ada dua lagi kesalahan anggapan Alquran tentang Isa/Yesus. Kesalahan yang pertama terdapat pada ayat berikut:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam ….(Qs 5:17)

Kesalahan terletak pada kalimat “Allah itu ialah Al Masih/Kristus/Isa/Yesus”. Umat Kristen tidak pernah mengimani bahwa “Allah itu ialah Yesus”. Tetapi “Yesus ialah Allah”. Kelihatan tidak ada perbedaan makna dari kedua kalimat yang saling terbalik tersebut, namun bila dipahami keduanya bermakna berbeda. Kalimat “Allah itu ialah Yesus” seolah-olah menganggap bahwa Allah hanya menyatakan diri dalam wujud Yesus saja, padahal iman Kristen adalah bahwa Allah menyatakan diri dalam wujud Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Jadi ungkapan yang dinyatakan dalam ayat Alquran tersebut adalah salah. Iman Kristen yang benar bukan “Allah itu ialah Yesus” tetapi “Yesus ialah Allah, Bapa ialah Allah, Roh Kudus ialah Allah, Allah itu Esa” .

Sama halnya jika ada kalimat “Zat cair ialah air” yang mana seolah olah menganggap bahwa yang merupakan zat cair adalah air saja. Padahal masih ada zat cair lainnya seperti minyak. Jadi kalimat yang benar adalah “air ialah zat cair” atau “minyak ialah zat cair”.

Kesalahan berikutnya dalam Alquran terletak pada Qs 4:157, dimana dikatakan bahwa orang-orang Yahudi menyebut Isa/Yesus sebagai Al Masih/Mesias/Kristus:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”….(Qs 4:157)

Masalahnya adalah bahwa orang-orang Yahudi tidak pernah mengakui bahwa Yesus adalah Mesias/Kristus, apalagi nabi/rasul Allah. Jika mereka mengakui Yesus adalah Mesias/Kristus ataupun nabi atau rasul Allah, tentu mereka tidak akan berusaha membunuhnya sebab mereka telah lama menantikan kedatangan Mesias/Kristus yang mereka harap akan menyelamatkan kaum Yahudi.
Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: “Telah kedapatan oleh kami bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja” (Lukas 23:2)
Salah satu alasan orang-orang Yahudi berusaha melenyapkan Yesus sebab Yesus dianggap mengaku-aku sebagai Mesias/Kristus. Jadi, orang-orang Yahudi tidak pernah menganggap Yesus/Isa sebagai Kristus/Mesias/Al Masih. Alquran salah besar jika mengatakan bahwa orang-orang Yahudi menyebut Yesus/Isa sebagai Kristus/Mesias/Al Masih, apalagi sebagai rasul Allah.
Kesalahan-kesalahan tersebut semakin memperkuat bahwa Alquran bukan berasal dari Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Pos ini dipublikasikan di Kesalahan Alquran dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s