Apakah Ibu Yusuf Pergi Ke Mesir?

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa ibu Yusuf, Rahel, meninggal setelah melahirkan Benyamin, sebelum keluarga Yakub pindah ke Mesir:

Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah menghapuskan aibku.” Maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata: “Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku.” (Kejadian 30:23-24)

Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar. Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat.” Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas–sebab ia mati kemudian–diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.
Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. (Kejadian 35:16-19)

Pengarang Alquran tidak memperhatikan hal ini sehingga ketika Alquran menceritakan tentang kepergian keluarga Yakub ke Mesir:

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”. Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs 12:99-100)

Di ayat itu jelas bahwa ibu-bapa yang dimaksud adalah orangtua Yusuf, yaitu Yakub dan Rahel. Tetapi, untuk “memperbaiki” kesalahan Alquran tersebut, penterjemah Alquran Indonesia memberikan catatan kaki bahwa ibu yang dimaksud adalah bibinya. Begitu juga para penterjemah lainnya, memberi catatan kaki bahwa ibu yang dimaksud adalah Lea, kakak perempuan Rahel (Kejadian 29:16):

… His mother, Rachel, had long been dead, but he had been brought up by his mother’s sister, Leah, whom his father had also married. Leah was now his mother. They were logded with Joseph himself.(Terjemahan: … Ibunya, Rahel, telah lama meninggal, tetapi dia (Yusuf) telah diasuh oleh saudara perempuan ibunya, Leah, yang juga dinikahi oleh ayahnya. Lea sekarang adalah ibunya. Mereka telah serumah dengan Yusuf) (Abdullah Yusuf Ali, The Holy Qur’an, Saudi edition, fn. 1777)

According to the Biblical account – not contradicted by the Qur’an – Joseph’s mother, Rachel, had died while giving birth to Benjamin. We may, therefore, assume that the “mother” implied in the term “parents” was another of Jacob’s wives, who had brought up Joseph and Benjamin; this would be in consonance with the ancient Arabian custom of applying the designation “mother” to a foster-mother. (Terjemahan: Berdasarkan Alkitab – yang tidak bertentangan dengan Alquran – Ibu Yusuf, Rahel, telah meninggal ketika melahirkan Benyamin. Maka kita, oleh karena itu, menganggap bahwa “ibu” merujuk pada istilah “orangtua” adalah istri Yakub, yang telah mengasuh Yusuf dan Benyamin; hal ini sesuai dengan budaya Arab kuno yang mengaplikasikan sebutan “ibu” bagi ibu tiri.) (Muhammad Asad, The Message of the Qur’an, p. 352, fn. 96)

Walaupun budaya Arab kuno tidak ada hubungannya dengan hal ini, karena keluarga Yakub bukalah orang Arab, memang ada kemungkinan Lea berperan sebagai ibu Yusuf, dan mungkin juga Yusuf menyebutnya sebagai ibu.

Tetapi, usaha para penterjemah tersebut untuk “memperbaiki” kesalahan Alquran tersebut sia-sia, sebab Alkitab tidak hanya menyebutkan kematian Rahel sebelum Yakub pindah ke Mesir, tapi juga menyebutkan bahwa Yakub pergi ke Mesir tanpa membawa istri-istrinya (kemungkinan mereka sudah meninggal):

Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki kereta yang dikirim Firaun untuk menjemputnya. Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia. Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir……Semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub, yakni anak-anak kandungnya, dengan tidak terhitung isteri anak-anaknya, seluruhnya berjumlah enam puluh enam jiwa.(Kejadian 46:5-7, 26)

Perempuan-perempuan yang disebutkan hanyalah istri anak-anak Yakub dan cucunya, tidak ada istri Yakub yang disebutkan dalam rombongan yang pergi ke Mesir. Kalimat “anak-anak Israel membawa Yakub” menunjukkan keadaan Yakub yang telah renta, maka kemungkinan besar istri-istri Yakub memang sudah meninggal semua, dan tidak mungkin penulis sengaja tidak menuliskan nama mereka jika memang ada istri Yakub yang masih hidup ketika rombongan Yakub pindah ke Mesir.

Dan yang terakhir, ketika Yakub merasa bahwa ajalmya sudah dekat, dia berkata kepada anak-anak-nya:

Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu, dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik. Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya, dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het.” (Kejadian 49:29-32)

Jelas dari ayat tersebut bahwa Lea dikuburkan di tanah Kanaan,  tidak mungkin bagi Yakub jika dia menguburkan Lea di tanah Kanaan jika Lea meninggal di Mesir, sebab Yakub sudah tua renta ketika tiba di Mesir, fisik Yakub tidak akan kuat melakukan parjalanan jauh bolak-balik Kanaan-Mesir. Tentunya Lea telah meninggal sebelum Yakub pindah ke Mesir sehingga Lea dikuburkan di tanah Kanaan, seperti Rahel (Kejadian 35:19-20)

Kesimpulan: Ibu Yusuf telah meninggal lama sebelum Yakub pindah ke Mesir, begitu juga dengan Lea. Dan tidak disebutkan pula ada istri Yakub yang ikut dalam rombongan Yakub yang pindah ke Mesir. Alkitab memberikan informasi yang jelas tentang perpindahan keluarga Yakub ke Mesir, sementara Alquran memberikan data yang SALAH.

Pos ini dipublikasikan di Kesalahan Alquran dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s