Keturunan Ibrahim

Sura al-An’am berisi:

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,  dan Zakaria, Yahya, ‘Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh, dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. (Qs 6:83-89)

Dalam ayat itu disebutkan keturunan-keturunan Ibrahim, tapi tunggu dulu, kenapa nama-nama yang disebutkan tidak urut dan terkesan amburadul? Apa karena pengarang Alquran tidak tahu urutan yang benar? Semoga saja pengarang Alquran tahu urutan yang benar adalah: Ismail, Ishak, Yaqub, Yusuf, Harun, Musa, Daud, Sulaiman, Ilyas, Alyasa’, Ayyub, Yunus, Zakariya, Yahya dan Isa.

Kesalahan dalam ayat tersebut adalah karena menyebutkan Luth dan Ayyub sebagai keturunan Ibrahim. Penterjemah Alquran berusaha menutupi kesalahan tersebut dengan menyisipkan kata “Nuh” di dalam kurung untuk memberi kesan seolah-olah sebagian adalah keturunan Nuh. Padahal dalam bahasa aslinya, tidak ada kata “Nuh” yang dikurung dan ayat itu jelas-jelas menyebutkan tentang keturunan Ibrahim saja.

Ibn Kathir dalam tafsirnya mengatakan:

<and among his progeny…> meaning, We guided from among his offspring, (Terjemahan: <kepada sebahagian dari keturunannya> artinya, Kami menjaga keturunannya)

<Dawud, Sulayman…> from the offspring of Nuh, according to Ibn Jarir. It is also possible that the Ayah refers to Ibrahim since it is about him that the blessings were originally mentioned here, although Lut is not from his offspring, for he was Ibrahim’s nephew, the son of his brother Maran, the son of Azar. It is possible to say that Lut was mentioned in Ibrahim’s offspring as a generalization. (Terjemahan: <Daud, Sulaiman…> dari keturunan Nuh, berdasarkan Ibn Jarir. Hal ini juga mungkin ayat tersebut merujuk Ibrahim sebab ayat ini tentangnya yang mana pemberkahan yang disebutkan di sini, walaupun Luth bukan keturunannya, tetapi keponakannya, anak dari saudaranya Maran, anak Azar. Mungkin saja Luth disebutkan ke dalam keturunan Ibrahim sebagai generalisasi.)  (Sumber online: CLICK!)

Jelas dikatakan Ibn Kathir bahwa ayat tersebut tentang keturunan Ibrahim, dan untuk menutupi kesalahan Alquran, dia memberikan alasan sebagai “generalisasi”.


Pos ini dipublikasikan di Kesalahan Alquran dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s