Larangan Berteman dengan Orang Yahudi, Kristen dan Musuh Islam

Berikut adalah terjemahan Tafsir Alquran oleh Ibn Kathir: The Prohibition of  Taking the Jews, Christians and Enemies of Islam as Friends. Sumber online: http://www.tafsir.com/default.asp?sid=5&tid=14082

Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berteman dengan orang-orang Yahudi dan Kristen, karena mereka adalah musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin, semoga Allah mengutuk mereka. Allah lalu menyatakan bahwa mereka adalah teman satu sama lain dan Dia memberi peringatan keras bagi yang melakukan hal ini:

<Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman (di Alquran Indonesia diganti dengan kata “pemimpin“)> (Qs 5:51)
Ibn Abi Halim mencatat bahwa Umar meminta Abu Musa al-Ash’ari untuk mengiriminya selembar catatan jumlah hitungan tentang apa yang dia ambil dan yang dia habiskan. Abu Musa lalu menyuruh seorang juru tulis Kristen, dan dia mampu melakukan apa yang diminta oleh Umar. Umar menyukai apa yang dia lihat dan berseru, “Juru tulis ini mahir. Maukah engkau membacakan di Masjid sebuah surat yang kami terima dari Ash-Sham?” Abu Musa menyela,”Dia tidak bisa”, Umar berkata,”Apakah dia tidak suci?” Abu Musa menjawab,”Bukan, tetapi dia adalah seorang Nasrani.” Abu Musa mengatakan,” Jadi, Umar mengingatkanku dan menusuk pahaku (dengan jarinya), dan berkata,’Keluarkan dia (dari Madinah).” Dia kemudian membacakan:

<Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu) (di Alquran Indonesia diganti dengan kata “pemimpin-pemimpin (mu)“)> (Qs 5:51)

Lalu dia melaporkan bahwa Abdulah bin Utbah berkata,”Berhati-hatilah kalian bahwa setiap dari kalian mungkin seorang Yahudi atau Nasrani tanpa kalian sadari.” Narator dari pernyataan ini mengatakan,”Kami menduga bahwa dia merujuk pada ayat:

<Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu)>” (Qs 5:51). Allah berkata:

<Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya> (Qs 5:52) sebuah penyakit keraguan dan kemunafikan

<bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani)> (Qs 5:52) artinya, mereka (orang-orang yang berpenyakit di hatinya) bersegepa menawari mereka (Yahudi dan Nasrani) persahabatan dan ikatan-ikatan secara rahasia dan di depan umum.

<seraya berkata,”Kami takut akan mendapat bencana”> (Qs 5:52) Maka mereka menawarkan alasan ini untuk persahabatan dan ikatan-ikatan mereka dengan orang-orang kafir, dengan mengatakan bahwa mereka takut orang-orang kafir mungkin akan mengalahkan Muslim, jadi mereka ingin berpihak kepada orang-orang Yahudi dan Kristen, untuk menggunakan hal ini sebagai keuntungan mereka. Allah menjawab:

<Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan> (Qs 5:52) merujuk pada peristiwa penaklukan Mekkah menurut As-Suddi

<atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya> (Qs 5:52) mensyaratkan orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk membayar Jizyah, seperti yang dinyatakan As-Suddi

<Maka karena itu, mereka menjadi menyesal>(Qs 5:52) artinya, orang munafik yang menawarkan persahabatan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani akan menyesal

<terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka> (Qs 5:52) ikatan-ikatan

<menyesal> atas persahabatan mereka dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tidak dapat menguntungkan mereka atau melindungi mereka dari celaka. Tetapi malah menjadi celaka, sebab Allah membuka sifat mereka yang sebenarnya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di kehidupan ini, walau mereka mencoba menyembunyikannya. Ketika tanda-tanda yang membuka kemunafikan mereka dinyatakan atas mereka, masalah mereka menjadi jelas bagi hamba-hamba Allah yang beriman. Sehingga hamba-hamba yang benar-benar beriman terkejut pada orang-orang munafik yang berpura-pura menjadi orang-orang beriman, bersumpah atas imam mereka, namun semua klaim tersebut bohong dan menipu. Inilah mengapa Allah berkata:

<dan orang-orang yang beriman akan mengatakan,”Inilah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan mana Allah, bahwasanya mereka benar-benar berserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka. Lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi> (Qs 5:53)

<Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang mustaf dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mumin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang pula membela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui> (Qs 5:54)

<Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan walau, seraya mereka tunduk )kepada Allah)> (Qs 5:55)

*******

Jelas dari ayat Alquran dan tafsir Ibn Kathir tersebut bahwa menurut Alquran, umat Muslim dilarang berteman dengan orang-orang kafir, terutama orang Yahudi dan Nasrani. Inilah salah satu contoh sifat kebencian Allah SWT terhadap orang-orang kafir. Demi menutupi sifat kebencian Allah SWT yang sangat bertentangan dengan semangat persatuan dan kesatuan, penerjemah mengganti kata “teman” menjadi “pemimpin:

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu alyahuuda waalnnashaaraa awliyaa-a ba’dhuhum awliyaau ba’dhin waman yatawallahum minkum fa-innahu minhum inna allaaha laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina (al-Maidah 5:51)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(Terjemahan Indonesia)

Bandingkan dengan terjemahan lainnya:

O ye who believe! take not the Jews and the Christians for your friends and protectors: They are but friends and protectors to each other. And he amongst you that turns to them (for friendship) is of them. Verily Allah guideth not a people unjust.(Terjemahan Yusuf Ali)

O you who believe! do not take the Jews and the Christians for friends; they are friends of each other; and whoever amongst you takes them for a friend, then surely he is one of them; surely Allah does not guide the unjust people. (Terjemahan M.H. Shakir)

O ye who believe! Take not the Jews and the Christians for friends. They are friends one to another. He among you who taketh them for friends is (one) of them. Lo! Allah guideth not wrongdoing folk.(Terjemahan Pickthal)

O you who believe! Take not the Jews and the Christians as Auliya’ (friends, protectors, helpers), they are but Auliya’ of each other. And if any amongst you takes them (as Auliya’), then surely he is one of them. Verily, Allah guides not those people who are the Zalimun (polytheists and wrong-doers and unjust).(Terjemahan Mohsin Khan)

Pos ini dipublikasikan di Ajaran buruk Islam, Alquran. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s