Apa Yang Dikatakan Alquran Tentang Alkitab ( Taurat dan Injil)?

Sepanjang jaman, banyak dijumpai Muslim yang mengolok-olok Alkitab. Apapun akan mereka lakukuan untuk menyerang Kitab Suci umat Kristen dan juga Yahudi. Apakah mereka tahu apa pandangan Alquran terhadap Alkitab? Di sini akan diulas tentang pandangan Alquran tersebut.

Alquran mengajarkan bahwa Islam merupakan agama yang melanjutkan agama para nabi sebelum Muhammad:

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Qs 42:13)

Oleh karena itu, maka kitab-kitab yang diberikan kepada nabi sebelum Muhammad juga merupakan kitab dari Tuhan, dan pengikut Muhammad harus mengimaninya:

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim , di antara mereka, dan katakanlah: Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (Qs 29:46)

Banyak referensi mengenai Alkitab di dalam Alquran. Bahkan di dalam Alquran, umat Kristen dan Yahudi disebut Ahli Kitab:

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Qs 5:68)

Menurut Alquran, Allah memberikan kitab-kitab kepada umat Kristen dan Yahudi agar diterangkan isinya kepada manusia:

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (Qs 3:187)

Menurut Alquran juga, beberapa orang Kristen dan Yahudi melakukan perintah ini, namun beberapa dari mereka tidak melakukannya. Sama seperti Muslim, yang  ada yang beriman dan ada yang tidak, Alquran juga membedakan antara orang-orang Kristen dan Yahudi yang beriman dan tidak:

Orang-orang Kristen dan Yahudi yang tidak beriman:

  1. Menyembunyikan kebenaran kitab-kitab: “…Katakanlah: “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?”…” (Qs 2:140)
  2. Berbohong tentang ajaran Allah dan melupakannya: Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah.(Qs 3:78) (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya , dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat)…” (Qs 2;59)
  3. Mencari keuntungan dari kitab-kitab: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.” (Qs 3:187)
  4. Beberapa orang Yahudi yang merubah Alkitab dan yang tidak tahu Alkitab menuliskannya dengan pena palsu: Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka…” (Qs 2:59) “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Qs 2:78-79)

Orang-orang kristen dan Yahudi yang beriman:

Alquran mengatakan bahwaada orang-orang Kristen dan Yahudi yang beriman:

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebaikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (Qs 3:113-115)

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad s.a.w.) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (Qs 5:82-85)

Berdasarkan Alquran, orang-orang Kristen dan Yahudi yang beriman tidak melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang Kriste dan Yahudi yang tidak beriman. Mereka menaati kitab-kitabnya dan menyembah Allah. Lalu, bagaimana dengan kitab-kitab orang-orang Kristen dan Yahudi yang beriman tersebut? Apakah Alquran menganggap kitab-kitab mereka korup dan dipalsukan? Atau malah mereka menjaga kitab-kitab mereka tersebut? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, perlu diteliti apa yang dikatakan oleh Alquran tentang kitab-kitab mereka, yaitu Alkitab:

  1. Alquran mengajarkan bahwa semua kitab harus diperlakukan sama, yaitu diimani: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Qs 4:136) Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”” ( Qs 3:84)
  2. Kitab Taurat yang diberikan kepada Musa dan Injil yang diberikan kepada Isa adalah kitab-kitab yang dimiliki oleh umat Kristen dan Yahudi pada jaman Muhammad: Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka…” (Qs 7:157) “Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka…” (Qs 2:89)  Jadi, Alquran tidak merujuk pada kitab-kitab yang ada pada umat Kristen dan Yahudi di masa lalu, tetapi merujuk pada kitab-kitab yang ada pada mereka di jaman Muhammad.
  3. Alquran mengajarkan bahwa ia membenarkan kitab-kitab sebelumnya: Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya , tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” (Qs 10:37)
  4. Ada bagian yang menarik dalam Alquran, yaitu ketika orang-orang Yahudi meminta Muhammad untuk memberi putusan dan Alquran memerintahkan Muhammad agar menjawab: Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman….Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (Qs 5:43, 47) Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”…” (Qs 5:68) Dari ketiga ayat tersebut, Muhammad dihimbau untuk tidak memenuhi permintaan mereka yang meminta putusan darinya, sebab orang-orang Yahudi mempunyai Taurat yang terdapat hukum-hukum Allah di dalamnya sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Jadi, mengapa orang-orang Yahudi disuruh untuk mengambil keputusan berdasarkan Taurat yang dimiliki mereka? Sebab menurut Alquran, Taurat  yang dimiliki orang-orang Yahudi pada jaman Muhammad adalah kitab yang benar! Selain itu, dari ayat di atas juga dikatakan bahwa para pengikut Injil (Nasrani/Kristen) juga diperintahkan untuk memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan kepada mereka, yaitu Injil. Jadi, mengapa Alquran memerintahkan demikian? Sebab menurut Alquran, Injil yang ada pada mereka pada jaman Muhammad adalah Injil yang benar! Lalu dari ayat yang lainnya di atas juga dikatakan bahwa Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) diperintahkan untuk menegakkan ajaran Taurat dan Injil. Jadi, bagaimana mungkin Alquran dapat memberikan perintah tersebut jika seandainya Taurat dan Injil mereka palsu? Tidak! Alquran dapat memberikan perintah demikian sebab Alquran mempercayai bahwa Taurat dan Injil yang ada pada umat Yahudi dan Kristen pada jaman Muhammad adalah Taurat dan Injil yang benar!
  5. Alquran memerintahkan Muslim yang berdebat dengan orang Yahudi tentang makanan yang halal dan haram agar menyuruh orang Yahudi untuk membawakan Tauratnya: Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”.” (Qs 3:93) Jadi, Muhammad diperintahkan untuk bertanyakepada orang-orang yang membaca bagaimana bisa Alquran memerintahkan Muslim demikian untuk membuktikan bahwa Muslim benar dengan bukti dari Taurat? Sebab, Alquran mempercayai bahwa Taurat orang Yahudi tersebut adalah Taurat yang benar. Tidak mungkin Alquran menyuruh Muslim tersebut untuk meminta bukti dari kitab yang palsu.
  6. Alquran pun menyindir orang Yahudi yang tidak beribadah walau mereka membaca Taurat tetapi menyuruh orang lain untuk beribadah: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Qs 2:44) Dari ayat ini terlihat bahwa Alquran mempercayai Taurat yang dibaca orang Yahudi tersebut adalah Taurat yang benar, sebab maksud sindiran Alquran tersebut adalah orang Yahudi itu tidak beribadah sesuai ajaran Taurat yang dibacanya, tetapi malah menyuruh orang lain beribadah.
  7. Alquran memerintahkan Muhammad untuk bertanya kepada orang-orang Yahudi dan Kristen yang membaca kitab-kitab sebelumnya (Tairat dan Injil) bila ada keraguan: Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.” (Qs 10:94) Bagaimana Alquran bisa memberikan perintah tersebut jika Taurat dn Injil mereka korup dan dipalsukan? Tentunya Alquran bisa memberikan perintah demikian sebab menurut Alquran Taurat dan Injil yang ada pada orang Yahudi dan Kristen adalah Taurat dan Injil yang benar!

Sejak masa Yesus Kristus, orang Yahudi dan Kristen berbagi kitab yang sama, yaitu Hebrew Bible/Perjanjian Lama, yang di dalamnya terkandung kitab Taurat. Sedangkan kitab Perjanjian Baru yang terdapat Injil di dalamnya, dipegang oleh umat Kristen sejak abad pertama, 600 tahun sebelum jaman Muhammad. penelitian yang dilakukan oleh para sarjana serta di dukung oleh bukti arkeologis membuktikan bahwa kitab-kitab tersebut sejak pada abad paertama, pada masa Muhammad dan masa sekarang adalah sama.

Selain itu, berdasarkan Ibn Ishaq, Injil yang dimiliki Isa/Yesus adalah injil yang ditulis oleh salah satu murid Isa/Yesus, yaitu Yuhana/Yohanes:

Among the things which have reached me about what Jesus the Son of Mary stated in the Gospel which he received from God for the followers of the Gospel, in applying a term to describe the apostle of God, is the following. It is extracted from what John the Apostle set down for them when he wrote the Gospel for them from the Testament of Jesus Son of Mary (Terjemahan: Di antara hal-hal yang telah kudengar tentang apa yang Yesus anak Maria nyatakan di dalam Injil yang dia terima dari Allah bagi para pengikut Injil, istilah untuk menyebut rasul Allah, adalah berikut ini. Ini di dapat dari apa yang Rasul Yohanes berikan bagi mereka ketika dia menulis Injil untuk mereka dari wasiat Yesus) (Ibn Ishaq’s “Sirat Rasulallah”, diterjemahkan sebagai “The Life of Muhammad”, oleh A. Guillaume, Karachi: Oxford, 1998, halaman 103-104).

Jadi kesimpulannya, Alquran menganggap bahwa Injil dan Taurat yang dimiliki oleh umat Kristen dan Yahudi pada jaman Muhammad adalah Injil dan Taurat yang benar. Dan hasil penelitian para sarjana dan bukti arkeologis membuktikan bahwa Injil dan Taurat yang dimiliki oleh umat Kristen dan Yahudi sejak abad pertama sampai sekarang adalah sama. Jadi, jika ada Muslim yang mengolok-olok kitab Injil dan Taurat milik umat Kristen dan Yahudi, maka Muslim tersebut sebenarnya tidak mengimani Alquran, yang mempercayai kebenaran Taurat dan Injil!

Pos ini dipublikasikan di Alquran dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s