Ajaran Yesus vs Ajaran Islam

1. Anak Allah
Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah, tetapi Muhammad menyangkalnya dengan mengatakan bahwa Allah tidak beranak (Anak Allah secara Alkitabiah bukanlah Anak biologis Allah, tetapi Alquran menyangkal Anak Allah karena Anak Allah yang dipikir oleh pengarang Alquran adalah Anak biologis Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Alquran alasan Kristen tetapi pol menghakimi umat Kristen dan alasannya. Mengapa Alquran yang katanya berasal dari Allah SWT yang maha tahu mengandung anggapan keliru tentang arti Anak Allah yang dimaksud dalam ajaran Kristen? Karena Alquran hanyalah karangan Muhammad yang tidak maha tahu):

Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” (Mat 27:43)

masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (Yoh 10:36)

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS 5:18)

2. Allah Bapa
Yesus memiculan bahwa Allah merupakan Bapa kita, namun Alquran menyangkalnya sebab Allah tidak memiliki anak karena Allah tidak beranak menurut Qs 4:171 di atas:

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Mat 5:45)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (QS 5:18)

3. Murtad
Yesus tidak memaksa pengikut-Nya untuk tetap mengikuti-Nya, tetapi Muhammad memaksa pengikut-Nya untuk tetap mengikuti-Nya dengan ancaman pedang:

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”….Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya:”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:60, 66-69)

Dikisahkan oleh ‘Ikrima. Beberapa Zanadiqa (atheis) dibawa kepada Ali dan dia kemudian membakar mereka. Berita dari kejadian tersebut sampai pada Ibn Abbas yang berkata,” Jika aku ada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, sebab Rasulullah melarangnya, berkata: ‘Jangan menghukum siapapun dengan hukum Allah (api).’ Aku akan membunuh mereka sesuai dengan pernyataan Rasulullah: ‘Barangsiapa yang  berpindah dari agama Islamnya, maka bunuh mereka (dengan pedang).’ (Sahih Bukhari Book 84 No.57)

4. Perlakuan Terhadap Musuh
Yesus mengajarkan untuk mengasihi seluruh manusia termasuk yang merupakan musuh, tetapi Alquran sebaliknya:

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihinilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

“…sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu(Qs 4:101)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs 48:29)

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS 9:123)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS 9:29)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu); sebahagian mereka adalah teman bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS 5:51) (Catatan: Dalam terjemahan Indonesia, kata “Teman” diganti dengan “Pemimpin”, padahal terjemahan yang benar adalah “Teman” silahkan KLIK untuk lebih jelasnya)

5. Mencuri

Yesus melarang mencuri, tetapi Muhammad mempraktekan pencurian:

Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus:”Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta (Mat 19:18)

Dikisahkan oleh ‘Abaya bin Rafa’a bin Khadij: Kakekku berkata,”Kami berada dalam rombongan Nabi di Dhul-Hulaifa. Orang-orang merasa lapar dan menangkap beberapa unta dan domba sebagai barang rampasan. Nabi berada dibelakang  mereka. Mereka buru-buru menyembelih hewan-hewan itu dan meletakannya ke dalam ramai dan mulai memasaknya…(Sahih Bukhari Book 44 No.668)


6. Balas Dendam

Yesus tidak mengajarkan bakar dendam, tetapi Alquran mengajarkannya:

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Mat 5:39-42)

Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS 2:194)


7. Hukum Terutama

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat 22:36-39)

Abu Huraira mengisahkan: Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang paling baik. Nabi menjawab,”Beriman kepada Allah.” Penanya berkata, “Apa berikutnya?” Nabi menjawab: Jihad demi Allah….(Sahih Muslim Book 1 No.149)

Pos ini dipublikasikan di Ajaran buruk Islam, Kristologi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s