Dirham Pada Jaman Nabi Yusuf?

Inilah ayat Alquran yang menyatakan bahwa Dirham sudah dikenal pada jaman Yusuf:

Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. (Qs 12:20)

The (Brethren) sold him for a miserable price, for a few dirhams counted out: in such low estimation did they hold him! (Yusuf Ali)

Terjemahan lain ada yang menggunakan kata “silver coin/koin perak” untuk menggantikan kata “dirham”:

And they sold him for a paltry price – a mere few silver coins: thus low did they value him. (Muhammad Asad)

And they sold him for a low price, a number of silver coins; and they attached no value to him. (Pickthal)

Para penafsir pun membenarkan bahwa Yusuf memang dijual dengan harga beberapa dirham/silver coins:

(for a few Dirhams), twenty Dirhams, according to `Abdullah bin Mas`ud. Similar was said by Ibn `Abbas, Nawf Al-Bikali, As-Suddi, Qatadah and `Atiyah Al-`Awfi, who added that they divided the Dirhams among themselves, each getting two Dirhams. (Tafsir Ibn Kathir terhadap surah Yusuf, “Yusuf is Rescued from the Well and Sold as a Slave, http://www.tafsir.com/default.asp?sid=12&tid=24607)

(And they sold him) the brothers of Malik Ibn Du’ar bought him (for a low price) by cheating in weight; it is also said that he was bought with false money; and it was also said that he was bought with unlawful money, (a number of silver coins) 20 silver coins; it is also said: 32 silver coins; (and they attached no value to him) they were reluctant to buy him because they did not need him; it is also said that the brothers of Joseph attached no importance to Joseph because they did not know his standing and stature with Allah, Exalted is He. It is also said that the people of the caravan attached no value to Joseph.
(Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn Abbas, surah Yusuf 12:20, http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=2&tTafsirNo=73&tSoraNo=12&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2)

Dari ayat Alquran beserta tafsirnya di atas, jelas sekali bahwa Yusuf memang dijual oleh saudara-saudaranya dengan harga beberapa dirham/silver coin dalam artian sebenarnya, yaitu benar-benar dijual dengan mata uang/alat tukar dirham/silver coin.
Menurut Encyclopedia Iranica, dirham adalah:

DIRHAM (< Gk. drakhmé “drachma”; Mid. Pers. drahm, Pers. derham), a unit of silver coinage and of weight…

I. In Pre-Islamic Persia

The dirham retained a stable value of about 4 g throughout the entire pre-Islamic period…

II. In the Islamic Period

For Muslims in the classical period, any silver coin was a dirham, and a dirham was also a monetary unit that might or might not be represented by a circulating coin. A dirham was also a small weight unit, usually not the same as the weight of a monetary dirham…

(E. Yarshater (Ed.), 1996, Encyclopedia Iranica “Dirham”, Volume VII, Costa Mesa (Ca): Mazda Publisher, hal 424-425)

Menurut Encyclopedia Iranica tersebut, dirham adalah sebutan untuk koin perak/silver coin yang digunakan sebagai satuan uang, yang sudah ada sejak masa sebelum Islam. Bagi Muslim pada jaman dahulu, setiap koin perak adalah dirham. Dirham dalam bahasa Yunani adalah drachma, dan dari bangsa Yunani dirham/drachma pertama kali berasal. Drachma sendiri baru pertama kali dikenal pada abad ke-7 SM dan mulai digunakan secara luas sejak abad ke-5 SM oleh penduduk Athena dalam kegiatan ekonomi mereka. Sebagai akibat dari kejayaan Alexander Agung, drachma menjadi mata uang utama di seluruh daerah taklukan Yunani, termasuk daerah di Timur Tengah. Jadi, tidak mungkin pada masa nabi Yusuf dirham/drachma sudah dikenal, sebab Yusuf sendiri hidup sekitar abad ke-19 SM.
Selain itu, koin pun baru pertama kali dikenalkan pada abad ke-7 SM oleh bangsa Lydia, yang kerajaannya terletak di bagian barat Asia Kecil (Herodotus, trans. Aubrey De Selincuurd, 1988, The Histories, New York: Viking Penguin, hal 94). Dan para ilmuwan dan arkeolog pun setuju bahwa koin belum dikenal pada masa Mesir kuno (tempat dimana Yusuf kembali dijual) sebelum dinasti Firaun ke-26, yaitu setelah tahun 680an SM (J.W. Curtis, 1957, Coinage of Pharaonic Egypt, Journal of Egyptian Archeology, Vol. 43, hal. 71)

Sebelum koin dikenal, orang-orang jaman dahulu menggunakan ingot (logam mulia yang dibentuk bermacam-macam) sebagai alat tukar dalam perdagangan. Dan nilai dari ingot tersebut diukur berdasarkan kandungan logam dan beratnya. Syikal adalah salah satu ingot yang umum dipakai oleh bangsa-bangsa Semit. Dan dengan Syikal lah Yusuf sebenarnya dijual:

Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. (Kej 37:28)

Di ayat Kejadian tesebut, ada dua kata yang identik dengan Surah Yusuf 12:20 dan tafsirannya mengenai kisah penjualan Yusuf, yaitu “perak” dan “dua puluh“. Pengarang Alquran salah kaprah dalam mendiskripsikan satuan alat tukar yang dipakai untuk membeli Yusuf. Pengarang Alquran, yang jelas terlihat tidak tahu tentang isi Alkitab sepenuhnya, mengira Yusuf dijual dengan koin perak/dirham, padahal yang benar adalah syikal perak, dan syikal yang dimaksud bukanlah berbentuk koin. Memang setelah beberapa masa syikal menjadi berbentuk koin, namun pada awalnya syikal bukanlah koin. Syikal yang berbentuk koin baru pertama kali ada pada masa Bait Allah Kedua, yaitu setelah abad ke-6 SM:

The shekel was used as a bartering material, not a minted coin …. The maneh and the talent, however, were only units of account and remained so during the Second Temple period when the shekel became a coin (Weight, Measures, and Coins: From the Bible Through the Talmudic Period, http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/weightsandmeasures.html)

The first coins to be used in Judea appeared in the 4th Century BCE while Judea was part of the Persian Empire (Ancient Jewish Coins Related to the works of Josephus, http://www.josephus.org/coins.htm#succoth)

Jadi, “syikal perak” yang merupakan harga jual Yusuf yang disebutkan Kejadian 37:28 bukanlah “koin perak/silver coin/dirham” yang disebutkan Alquran dalam surah Yusuf 12:20, sebab “syikal perak” tersebut tidak/belum berbentuk koin, seperti yang telah dikatakan di atas bahwa koin baru pertama kali dikenalkan pada abad ke-7 SM oleh bangsa Lydia, jauh sesudah masa nabi Yusuf yang hidup sekitar abad ke-19 SM. Satu lagi kesalahan Alquran yang membuktikan bahwa Alquran tidak berasal dari Tuhan Yang Mahatahu.

Dipublikasi di Kesalahan Alquran | Tag , , | Meninggalkan komentar

Konflik Antar Terjemahan Alquran

1. “pemimpin” atau “teman”? Qs 5:51

  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
  • O ye who believe! take not the Jews and the Christians for your friends and protectors: They are but friends and protectors to each other. And he amongst you that turns to them (for friendship) is of them. Verily Allah guideth not a people unjust. (Yusuf Ali)
  • O you who believe! do not take the Jews and the Christians for friends; they are friends of each other; and whoever amongst you takes them for a friend, then surely he is one of them; surely Allah does not guide the unjust people. (Shakir)
  • O ye who believe! Take not the Jews and the Christians for friends. They are friends one to another. He among you who taketh them for friends is (one) of them. Lo! Allah guideth not wrongdoing folk. (Pickthal)

2. “-ku/my” (dengan huruf “k”/”m” kecil, untuk manusia) atau “-Ku/My” (dengan huruf “K”/”M” besar, untuk Tuhan) QS 39:53

  • Say: “O my Servants who have transgressed against their souls! Despair not of the Mercy of Allah. for Allah forgives all sins: for He is Oft-Forgiving, Most Merciful. (Yusuf Ali)
  • Say: O my servants! who have acted extravagantly against their own souls, do not despair of the mercy of Allah; surely Allah forgives the faults altogether; surely He is the Forgiving the Merciful. (Shakir)
  • Say: O My slaves who have been prodigal to their own hurt! Despair not of the mercy of Allah, Who forgiveth all sins. Lo! He is the Forgiving, the Merciful. (Pickthal)
  • Say: “O ‘Ibadi (My slaves) who have transgressed against themselves (by committing evil deeds and sins)! Despair not of the Mercy of Allah: verily, Allah forgives all sins. Truly He is Oft-Forgiving, Most Merciful. (M. Khan)
  • Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. “Tiga (Tuhan)/ Tritheis” atau “Trinitas”? Qs 4:171

  • Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga“, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
  • O People of the Scripture! Do not exaggerate in your religion nor utter aught concerning Allah save the truth. The Messiah, Jesus son of Mary, was only a messenger of Allah, and His word which He conveyed unto Mary, and a spirit from Him. So believe in Allah and His messengers, and say not “Three” – Cease! (it is) better for you! – Allah is only One Allah. Far is it removed from His Transcendent Majesty that He should have a son. His is all that is in the heavens and all that is in the earth. And Allah is sufficient as Defender. (Pickthal)
  • O People of the Book! Commit no excesses in your religion: Nor say of Allah aught but the truth. Christ Jesus the son of Mary was (no more than) an apostle of Allah, and His Word, which He bestowed on Mary, and a spirit proceeding from Him: so believe in Allah and His apostles. Say not “Trinity” : desist: it will be better for you: for Allah is one Allah. Glory be to Him: (far exalted is He) above having a son. To Him belong all things in the heavens and on earth. And enough is Allah as a Disposer of affairs. (Yusuf Ali)

4. Past Tense atau Present Tense? Qs 4:47

  • O ye People of the Book! believe in what We have (now) revealed, confirming what was (already) with you, … (Yusuf Ali)
  • You who have been given the Book, believe in what We have sent down, confirming what is with you(Arberry)
  • O ye unto whom the Scripture hath been given! Believe in what We have revealed confirming that which you possess(Pickthal)
  • O ye unto whom the Scripture hath been given! Believe in what We have revealed confirming that which you possess(Shakir)

5. “Malaikat/Angel” (tunggal) atau “Para Malaikat/Angels” (jamak)? Qs 3:42

  • Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
  • Behold! the angels said: “O Mary! Allah hath chosen thee and purified thee- chosen thee above the women of all nations. (Yusuf Ali)
  • And when the angels said: O Marium! surely Allah has chosen you and purified you and chosen you above the women of the world. (Shakir)

6. “Mesir” atau “suatu kota/negeri” (yang bisa Mesir bisa bukan)? Qs 2:61

  • Go down to Egypt, where you can find what you asked for. (Khalifa)
  • Come down to Egypt where you will get what you asked for. (Majid Fakhry)
  • Go down into Egypt, there you shall find all that you have asked. (Hassan Qaribullah & Ahmad Darwish)
  • Go down to Egypt,- there is what ye ask. (Palmer)
  • Get ye down into Egypt; – for ye shall have what ye have asked (Rodwell)
  • Go you down to any town and you shall find what you want! (M. Khan)
  • Enter a city, so you will have what you ask for. (Shakir)
  • Go down to settled country, thus ye shall get that which ye demand. (Pickthal)

7. “keluarga” atau “keturunan”? Qs 52:21 [Y. Ali + Pickthal + Indo]

  • And those who believe and whose families follow them in Faith,- to them shall We join their families: Nor shall We deprive them (of the fruit) of aught of their works: (Yet) is each individual in pledge for his deeds. (Yusuf Ali)
  • And they who believe and whose seed follow them in faith, We cause their seed to join them (there), and We deprive them of nought of their (life’s) work. Every man is a pledge for that which he hath earned. (Pickthal)
  • Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka , dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Dipublikasi di Alquran | Tag | Meninggalkan komentar

Konflik Antar Terjemahan Alkitab?

1.”Utara” atau “Selatan”? Kejadian 13:1

  • And Abram went up out of Egypt, he, and his wife, and all that he had, and Lot with him, into the south. (KJV)
  • Abram meninggalkan Mesir dan pergi ke arah utara, menuju ke bagian selatan Kanaan dengan istrinya serta segala miliknya, dan Lot ikut juga. (LAI BIS)

Kata “the south” dalam ayat terjemahan KJV di atas bukan merujuk pada “arah selatan“, namun tepatnya merujuk pada “tanah selatan“, yaitu “Tanah Negeb” yang terletak di bagian selatan Kanaan:

  • Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia. (LAI TB)

Ayat-ayat berikut akan memperjelas hal tersebut:

  • And Abraham journeyed from thence toward the south country, and dwelled between Kadesh and Shur, and sojourned in Gerar. (Kej 20:1 KJV)
  • Abraham pindah dari Mamre ke bagian selatan tanah Kanaan, dan menetap di antara Kades dan Syur. Beberapa waktu kemudian, ketika ia tinggal di Gerar (Kej 20:1 LAI BIS)
  • Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. (Kej 20:1 LAI TB)

Dan:

  • And Isaac came from the way of the well Lahairoi; for he dwelt in the south country. (Kej 24:62 KJV)
  • Sementara itu Ishak telah datang dari padang gurun, lewat sumur yang disebut ”Dia Yang Memperhatikan Aku” dan tinggal di bagian selatan Kanaan. (Kej 24:62 LAI BIS)
  • Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb. (LAI TB)

Juga:

  • Should ye not hear the words which the LORD hath cried by the former prophets, when Jerusalem was inhabited and in prosperity, and the cities thereof round about her, when men inhabited the south and the plain? (Zak 7:7 KJV)
  • Itulah yang dikatakan TUHAN melalui nabi-nabi di zaman lampau pada waktu Yerusalem masih didiami dan penduduknya makmur. Pada waktu itu orang tidak hanya tinggal di desa-desa di sekitar kota tetapi bahkan di bagian selatan dan di kaki-kaki bukit di sebelah barat. (Zak 7:7 LAI BIS)
  • Bukankah ini firman yang telah disampaikan TUHAN dengan perantaraan para nabi yang dahulu, ketika Yerusalem dengan kota-kota yang di sekelilingnya masih didiami orang dan masih sentosa dan Tanah Negeb dan Daerah Bukit masih didiami? (Zak 7:7 LAI TB)

2. “Pemanah” atau “Pemburu”? Kejadian 21:20

  • And God was with the lad; and he grew, and dwelt in the wilderness, and became an archer. (KJV)
  • God was with the boy as he grew up; he lived in the wilderness of Paran and became a skillful hunter (GNB)
  • Allah menyertai Ismael. Anak itu bertambah besar; ia menetap di padang gurun Paran, dan menjadi pemburu yang mahir. (LAI BIS)
  • Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. (LAI TB)

Pemanah yang dimaksud di sini bukanlah pemanah dalam militer, tetapi merujuk pada profesi seorang pemburu. Setiap pemburu menggunakan senjata jarak jauh, yaitu panah sebagai senjata untuk berburu pada masa lampau, dan senapan sebagai senjata untuk berburu pada masa sekarang.

3. “Saudara bangsa mereka” atau “Bangsa mereka sendiri”? Ulangan 18:18 [KJV + GNB +LAI BIS]

  • I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him. (KJV)
  • I will send them a prophet like you from among their own people; I will tell him what to say, and he will tell the people everything I command. (GNB)
  • Dari bangsa mereka sendiri Aku akan mengutus kepada mereka seorang nabi seperti engkau. Aku akan mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakannya, lalu ia akan menyampaikan kepada bangsa itu segala yang Kuperintahkan. (LAI BIS)

their brethern” yang dimaksud bukanlahsaudara bangsa mereka“, tetapi adalah “saudara mereka” seperti yang diterjemahkan dalam LAI TB:

  • seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (LAI TB)

Dan saudara mereka” yang dimaksud adalah “saudara dari bangsa mereka sendiri/their own people, seperti yang dimaksud Ulangan 17:15 berikut:

  • Thou shalt in any wise set him king over thee, whom the LORD thy God shall choose: one from among thy brethren shalt thou set king over thee: thou mayest not set a stranger over thee, which is not thy brother. (KJV)
  • Be sure that the man you choose to be king is the one whom the Lord has chosen. He must be one of your own people; do not make a foreigner your king. (GNB)
  • Perhatikanlah baik-baik supaya orang yang kamu angkat menjadi rajamu adalah orang yang dipilih TUHAN Allahmu. Ia harus seorang dari bangsamu sendiri; jangan mengangkat seorang asing menjadi rajamu. (LAI BIS)
  • maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu. (LAI TB)

Tentunya orang yang diangkat sebagai raja bangsa Israel harus berasal dari “saudara dari bangsa mereka sendiri”, yaitu dari bangsa Israel sendiri, dan bukan dari “saudara bangsa mereka”. Seperti halnya oran yang harus diangkat menjadi presiden Indonesia tentunya adalah “saudara dari bangsa mereka sendiri” yaitu sesama orang Indonesia, dan bukan dari “saudara bangsa mereka” yaitu, seperti salah satunya, orang Malaysia.

4. “Seir” atau “Edom”? Ulangan 33:2

  • And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them. (KJV)
  • The LORD came from Mount Sinai. From Edom, he gave light to his people, and his glory was shining from Mount Paran. Thousands of his warriors were with him, and fire was at his right hand. (CEV)
  • Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. (LAI TB)

Seir dan Edom adalah sebutan untuk daerah yang sama. Seir adalah tempat dimana bangsa Edom (keturunan Esau) tinggal, sehingga Seir disebut juga sebagai  tanah Edom. Penduduk asli Seir adalah orang-orang Hori keturunan Seir. Perhatikan ayat-ayat berikut untuk lebih jelasnya:

  • dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun. (Kej 14:6)
  • Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom. Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pegunungan Seir. (Kej 36:8-9)
  • Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan TUHAN kepada mereka. (Ulangan 2:12)
  • TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya (Hakim-Hakim 5:4)

5. “700” atau “1700”? 2 Samuel 8:4

  • And David took from him a thousand chariots, and seven hundred horsemen, and twenty thousand footmen: and David houghed all the chariot horses, but reserved of them for an hundred chariots. (KJV)
  • In the battle, David captured seventeen hundred cavalry and twenty thousand foot soldiers. He also captured war chariots, but he destroyed all but one hundred of them. (CEV)
  • Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (LAI TB)

Penterjemah KJV memisah jumlah pasukan berkuda (dalam artian pasukan yang menggunakan kuda) dengan membaginya menjadi dua, yaitu seribu dan tujuh ratus, yang totalnya adalah seribu tujuh ratus. Sedangkan penterjemah CEV dan LAI menggabung jumlah pasukan berkuda tersebut.

6. “Israel” atau “Ismael”? 2 Samuel 17:25

  • And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man’s son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab’s mother. (KJV)
  • Absalom put Amasa in Joab’s place as commander of the army. Amasa’s father was Ithra [e] from the family of Ishmael, and his mother was Abigal, the daughter of Nahash and the sister of Joab’s mother Zeruiah. (CEV)
  • Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab. (LAI TB)

Ithra/Yitra, ayah Amasa, bisa disebut sebagai orang Israel ataupun Ismael. Kitab 2 Samuel sebenarnya menyebutnya sebagai orang Israel atas dasar kewarganegaraannya, tetapi dalam kitab 1 Tawarikh, Yitra yang juga dipanggil Yeter disebut orang Ismael atas dasar garis keturunannya yang dari keturunan Ismael, 1 Taw 2:17 berisi:

  • And Abigail bare Amasa: and the father of Amasa was Jether the Ishmeelite. (KJV)
  • Abigail’s husband was Jether, who was a descendant of Ishmael, and their son was Amasa. (CEV)
  • Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu. (LAI TB)

Penterjemah 1 Tawarikh 2:17 dalam KJV memberi catatan kaki:

  • Jether…: also called, Ithra an Israelite / Yeter…: juga dipanggil, Yitra orang Israel (KJV Translator’s Note on 1 Chronicles 2:17)

Dan:

  • Ishmaelite – By birth or habitation, but by profession an Israelite / Orang Ismael – Oleh kelahiran atau asalanya, tetapi oleh profesi adalah orang Israel (Wesley’s Notes on 1 Chronicles 2:17).

Jadi, bila ada penterjemah yang menyebut Yitra sebagai orang Israel karena berdasarkan kewarganegaraannya, sedangkan yang menyebut Yitra sebagai orang Ismael karena berdasarkan garis keturunannya yang dari keturunan Ismael.

7. “7 tahun” atau “3 tahun”? 2 Samuel 24:13

  • So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days’ pestilence in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent me. (KJV)
  • So Gad came to David and told him, and said to him, “Shall three years of famine come to you in your land? Or will you flee three months before your foes while they pursue you? Or shall there be three days’ pestilence in your land? Now consider, and decide what answer I shall return to him who sent me.” (ESV)
  • Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.” (LAI TB)

Total lama waktu kelaparan yang diberikan sebagai pilihan kepada Daud adalah tujuh tahun, dengan pembagian: tiga tahun kelaparan pertama telah terjadi (2 Samuel 21:1), satu tahun kelaparan berikutnya sedang berlangsung ketika Daud diberi pilihan tersebut, dan tiga tahun kelaparan terakhir akan terjadi sebagai perpanjangan jika Daud memilih pilihan itu.
Jadi jika ada penterjemah yang menterjemahkan lama masa kelaparan yang ditawarkan dalam ayat itu adalah tujuh tahun, karena merujuk pada total lama waktu kelaparan yang akan dialami bangsa Israel jika Daud memilihnya. Sedangkan bagi yang menterjemahkannya tiga tahun, karena merujuk pada tiga tahun perpanjangan dari empat tahun masa kelaparan yang telah terjadi sebelumnya.
8. “3300” atau “lebih dari 3000”? 1 Raja-Raja 5:16

Beside the chief of Solomon’s officers which were over the work, three thousand and three hundred, which ruled over the people that wrought in the work. (KJV)

and over three thousand assistants to keep track of the work and to supervise the workers. (CEV)

Bukankah “3300” adalah “lebih dari 3000”? Penterjemah KJV menyebutkan jumlah secara rinci dibanding dengan penterjemah CEV, dan hal itu tidak merubah maksud dari ayat tersebut.
9. “an hand thick”, “four inches thick”, “three inches thick” atau “75 milimeter”? DAN “2000”, “11000”, “10000” atau “40000”? 1 Raja-Raja 7:26

  • And it was an hand breadth thick, and the brim thereof was wrought like the brim of a cup, with flowers of lilies: it contained two thousand baths. (KJV)
  • The sides of the bowl were four inches thick, and its rim was like a cup that curved outward like flower petals. The bowl held about eleven thousand gallons. (CEV)
  • The sides of the tank were 3 inches thick. Its rim was like the rim of a cup, curving outward like the petals of a lily. The tank held about 10,000 gallons. (GNB)
  • Tebal bejana itu 75 milimeter. Tepinya serupa tepi cangkir yang melengkung keluar mirip bunga bakung yang mekar. Bejana itu dapat memuat kira-kira 40.000 liter. (LAI BIS)

Hal yang membedakan ukuran dan angka-angka tersebut adalah satuan hitung yang berbeda yang dipakai oleh tiap-tiap penterjemah. KJV menggunakan satuan “hand” dan “bath“, CEV dan GNB menggunakan satuan “inch” dan “gallon“, sedangkan LAI BIS menggunakan satuan “milimeter” dan “liter“.
Lalu, bagaimana dengan terjemahan CEV dan GNB yang walaupun menggunakan satuan yang sama tetapi nilainya tetap berbeda? Satuan asli yang dipakai dalam ayat tersebut adalah “hand/telapak tangan” dan “bath/bat”, sedangkan tidak ada skala standar yang tetap untuk mengkonversikan nilainya ke satuan yang lain. Besar telapak tangan tiap orang berbeda, contohnya telapak tangan saya yang besarnya 3,3 inches, berapa besar telapak tangan anda? Begitu juga dengan bat, tidak  ada skala standar untuk nilai konversinya. Para penterjemah memberikan nilai dalam satuan lain yang nilainya kira-kira sama dengan nilai dalam satuan asli.

10. “Tirai” atau “Tenda”? Mazmur 104:2

  • Who coverest thyself with light as with a garment: who stretchest out the heavens like a curtain (KJV)
  • He wraps himself in light as with a garment; he stretches out the heavens like a tent (NIV)

Kata Ibrani yang diterjemahkan “a curtain” / “a tent” adalah “kayri’ah” yang berasal dari akar kata “yeriah” yang dapat diartikan sebagai “curtain” dan “tent” (Strong’s Hebrew Dictionary:3407, yeriah) Lagi pula, baik tirai maupun tenda terbuat dari kain (garment) yang dapat dibentangkan (stretched).

11. “Bukit batu”, “kota Sela” atau “Petra”? Yesaya 42:11

  • Let the wilderness and the cities thereof lift up their voice, the villages that Kedar doth inhabit: let the inhabitants of the rock sing, let them shout from the top of the mountains. (KJV)
  • Let the desert and its towns praise God; let the people of Kedar praise him! Let those who live in the city of Sela shout for joy from the tops of the mountains! (GNB)
  • Let the desert and the cities thereof be exalted: Cedar shall dwell in houses: ye inhabitants of Petra, give praise, they shall cry from the top of the mountains. (DRB)
  • Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (LAI TB)

Bukit Batu adalah sebutan untuk Sela, yang juga merupakan kota yang didiami bangsa Edom (2 Raja-Raja 14:7). Beberapa arkeolog menyamakan Sela dengan Petra, bekas metropolis Idumea. Silahkan baca artikel tentang Sela di http://refbible.com/s/sela.htm untuk info lebih lanjut.
12. “wanita” atau “ibu”? Yohanes 2:4

  • Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come. (KJV)
  • Jesus replied, “Mother, my time hasn’t yet come: You must not tell me what to do.” (CEV)
  • Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” (LAI TB)

Yang jelas, seorang ibu adalah seorang wanita. Beberapa penterjemah lebih suka memakai kata “mother/ibu” daripada “woman/wanita” adalah untuk menghindari kesalahpahaman pembaca yang awam tentang gaya bahasa Yunani, yang mungkin akan menganggap bahwa kata tersebut merupakan kata yang kasar apabila kata “wanita/woman” diaplikasikan pada terjemahan ayat tersebut, padahal sebenarnya tidak.
Kata yang diterjemahkan sebagai “woman/mother” adalah kata Yunani “gunai” yang berarti “wanita yang telah bersuami”. People’s New Testament memberi komentar tentang ayat kata tersebut:

  • “Woman, what have I to do with thee?” These words in our language sound harsh and almost rude, but the Greek term gune rendered woman, was respectful and gentle ( People’s New Testament on John 2:4)

Dan:

  • Woman – No term of disrespect in the language of that day (Jamieson – Faussel – Brown Bible Commentary)

13. “aku” atau “kamu”? Roma 3:7

  • For if the truth of God hath more abounded through my lie unto his glory; why yet am I also judged as a sinner? (KJV)
  • Since your lies bring great honor to God by showing how truthful he is, you may ask why God still says you are a sinner. (CEV)
  • Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (LAI TB)

Dalam ayat tersebut, Paulus tidak mengklaim dirinya yang berdusta. Di sini Paulus berbicara tentang orang yang bertanya: jika oleh dusta orang itu maka kebenaran Allah dinyatakan, lalu mengapa orang tersebut dihakimi sebagai orang yang berdosa? Dan Paulus di ayat itu berkata-kata seolah-olah dialah orang yang bertanya hal itu. Jadi, kata ganti orang apapun bisa dipakai untuk menjelaskan maksud Paulus tersebut, entah itu “aku”, “kamu”, “dia”, ataupun “kita” sepanjang tidak merubah maksud sebenarnya dari ayat tersebut karena Paulus hanya berkata dalam pengandaian.
Terjemahan lain akan leabih memperjelas hal ini:

  • Someone might argue, “If my falsehood enhances God’s truthfulness and so increases his glory, why am I still condemned as a sinner?” (NIV)
  • But [you say] if through my falsehood God’s integrity is magnified and advertised and abounds to His glory, why am I still being judged as a sinner? (CEV)
  • Tetapi kalau karena perbuatan yang tidak benar, apa yang benar tentang Allah semakin menonjol sehingga Ia dipuji, mengapa orang yang berbuat jahat itu masih disalahkan sebagai orang berdosa? (LAI BIS)

14. “mereka” atau “semua”? Roma 3:12

  • They are all gone out of the way, they are together become unprofitable; there is none that doeth good, no, not one. (KJV)
  • All have turned aside; together they have become worthless; no one does good, not even one.” (ESV)
  • Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (LAI TB)

Ini bukanlah konflik, tetapi hanya ketidakpahaman akan maksud ayat tersebut. “they” dalam KJV yang dimaksud adalah “all” dalam ESV yang juga adalah “semua orang” dalam LAI TB. Sama seperti dalam terjemahan ESV di atas yang juga menggunakan kata “they” untuk menyebut “all” yang dimaksud, dan juga dalam LAI TB di atas yang menggunakan kata “mereka” untuk menyebut “semua orang” yang dimaksud.

Dipublikasi di Alkitab | Tag , | Meninggalkan komentar

Kemiripan Antara Yesus Dengan Paulus

1. Yesus Adalah Mesias/Kristus

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Kata Yesus kepadanya:”Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”. (Mat16:15-17)

Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. (Kisah Para Rasul 18:5)

2. Yesus Adalah Anak Allah

Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”
Lalu kata mereka: “Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri.” (Luk 22:70-71)

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. (Kisah Para Rasul 9:17-20)

3. Yesus Adalah Tuhan

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. (Yoh 13:13)

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Kor 8:6)

4. Yesus Adalah Allah

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:28-29)

Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! (Roma 9:5)

5. Yesus Adalah Manusia

Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. (Yoh 8:39-40)

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1 Tim 2:5)

6. Yesus Dilahirkan Oleh Seorang Perempuan

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya (Luk 1:30-32)

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. (Gal 4:4)

7. Allah Mengutus Yesus

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. (Yoh 8:42)

Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging (Roma 8:3)

8. Yesus Adalah Jalan Menuju Bapa

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. (Ef 2:18)

9. Yesus Adalah Terang

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12)

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (2 Kor 6:14-15)

10. Yesus Adalah Kehidupan

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. (Kol 3:4)

11. Yesus Adalah Yang Awal/Utama

Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” (Wah 22:13)

Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. (Kol 1:18)

12. Yesus Adalah Keturunan Dari Daud

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya (Luk 1:30-32)

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (2 Tim 2:8)

13. Yesus Adalah Kebenaran

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus (Ef 4:21)

14. Yesus Adalah Raja

Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh 18:36-37)

Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. (Ef 5:5)

15. Yesus Adalah Juru Selamat

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yoh 3:17)

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. (1 Tim !:15)

16. Kemuliaan Allah Memancar Di Wajah Yesus

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. (Mat 17:21)

Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. (2 Kor 4:6)

17. Yesus Dan Perjamuan Suci

Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.
Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. (Mark 14:22-24)

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1 Kor 11:23-25)

18. Yesus Dikhianati

Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”….Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Mark 14:18, 21)

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan… (1 Kor 11:23)

19. Yesus Di Hadapan Pilatus

Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?” Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh 18:33-37)

Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus (1 Tim 6:13)

20. Yesus Menderita

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Mat 16:21)

Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. (2 Kor 1:5)

21. Yesus Mati

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. (Mark 15:37)

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. (1 Tes 4:14)

22. Yesus Dikuburkan

Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. (Mark 15:46)

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 6:4)

23. Yesus Bangkit Dari Kematian Pada Hari Ketiga

Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. (Yoh 2:19, 22)

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:3-4)

24. Kenaikkan Yesus

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Luk 24:51)

Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. (Ef 4:10)

25. Yesus di Sebelah Kanan Allah

Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” (Mark 14:61-62)

yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, (Ef 1:20)

Dipublikasi di Kristologi | Tag , | Meninggalkan komentar

Ajaran Yesus vs Ajaran Islam

1. Anak Allah
Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah, tetapi Muhammad menyangkalnya dengan mengatakan bahwa Allah tidak beranak (Anak Allah secara Alkitabiah bukanlah Anak biologis Allah, tetapi Alquran menyangkal Anak Allah karena Anak Allah yang dipikir oleh pengarang Alquran adalah Anak biologis Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Alquran alasan Kristen tetapi pol menghakimi umat Kristen dan alasannya. Mengapa Alquran yang katanya berasal dari Allah SWT yang maha tahu mengandung anggapan keliru tentang arti Anak Allah yang dimaksud dalam ajaran Kristen? Karena Alquran hanyalah karangan Muhammad yang tidak maha tahu):

Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” (Mat 27:43)

masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (Yoh 10:36)

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS 5:18)

2. Allah Bapa
Yesus memiculan bahwa Allah merupakan Bapa kita, namun Alquran menyangkalnya sebab Allah tidak memiliki anak karena Allah tidak beranak menurut Qs 4:171 di atas:

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Mat 5:45)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (QS 5:18)

3. Murtad
Yesus tidak memaksa pengikut-Nya untuk tetap mengikuti-Nya, tetapi Muhammad memaksa pengikut-Nya untuk tetap mengikuti-Nya dengan ancaman pedang:

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”….Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya:”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:60, 66-69)

Dikisahkan oleh ‘Ikrima. Beberapa Zanadiqa (atheis) dibawa kepada Ali dan dia kemudian membakar mereka. Berita dari kejadian tersebut sampai pada Ibn Abbas yang berkata,” Jika aku ada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, sebab Rasulullah melarangnya, berkata: ‘Jangan menghukum siapapun dengan hukum Allah (api).’ Aku akan membunuh mereka sesuai dengan pernyataan Rasulullah: ‘Barangsiapa yang  berpindah dari agama Islamnya, maka bunuh mereka (dengan pedang).’ (Sahih Bukhari Book 84 No.57)

4. Perlakuan Terhadap Musuh
Yesus mengajarkan untuk mengasihi seluruh manusia termasuk yang merupakan musuh, tetapi Alquran sebaliknya:

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihinilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

“…sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu(Qs 4:101)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs 48:29)

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS 9:123)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS 9:29)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu); sebahagian mereka adalah teman bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS 5:51) (Catatan: Dalam terjemahan Indonesia, kata “Teman” diganti dengan “Pemimpin”, padahal terjemahan yang benar adalah “Teman” silahkan KLIK untuk lebih jelasnya)

5. Mencuri

Yesus melarang mencuri, tetapi Muhammad mempraktekan pencurian:

Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus:”Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta (Mat 19:18)

Dikisahkan oleh ‘Abaya bin Rafa’a bin Khadij: Kakekku berkata,”Kami berada dalam rombongan Nabi di Dhul-Hulaifa. Orang-orang merasa lapar dan menangkap beberapa unta dan domba sebagai barang rampasan. Nabi berada dibelakang  mereka. Mereka buru-buru menyembelih hewan-hewan itu dan meletakannya ke dalam ramai dan mulai memasaknya…(Sahih Bukhari Book 44 No.668)


6. Balas Dendam

Yesus tidak mengajarkan bakar dendam, tetapi Alquran mengajarkannya:

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Mat 5:39-42)

Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS 2:194)


7. Hukum Terutama

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat 22:36-39)

Abu Huraira mengisahkan: Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang paling baik. Nabi menjawab,”Beriman kepada Allah.” Penanya berkata, “Apa berikutnya?” Nabi menjawab: Jihad demi Allah….(Sahih Muslim Book 1 No.149)

Dipublikasi di Ajaran buruk Islam, Kristologi | Tag , | Meninggalkan komentar

Siapakah Yang Mendirikan Kristen – Yesus atau Paulus?

Muslim sering menuduh bahwa Kristen tidak berasal dari Yesus, tapi Paulus. Jadi mereka menuduh bahwa umat Kristen bukanlah pengikut Yesus, tetapi pengikut Paulus. Mereka memberikan tuduhan tersebut dengan dasar bahwa menurut Muslim, Yesus tidak pernah berkata bahwa diri-Nya seorang Kristen. Benarkah tuduhan Muslim tersebut? Artikel ini akan menjawabnya secara singkat pertanyaan: “Siapakah yang mendirikan Kristen?”
Istilah “Kristen” pertama laki muncul dalam Alkitab di dalam kitab Kisah Para Rasul 11:26:

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26)

kai eurōn auton ēgagen auton eis antiocheian egeneto de autous eniauton olon sunachthēnai en tē ekklēsia kai didaxai ochlon ikanon chrēmatisai te prōton en antiocheia tous mathētas christianous (T. Receptus)

Kata “Kristen” berasal dari kata Yunani “Christianous” yang berarti “Pengikut Kristus“. Sedangkan yang dimaksud Kristus sendiri adalah Yesus, yang mana kata “Kristus” dalam bahasa Yunani adalah “Christous“. Jadi, “Kristen” juga berarti “Pengikut Kristus/Yesus“.
Dari pengertian tersebut, jelas bahwa Yesus tidak dapat disebut sebagai Kristen, sebab Dia sendirilah Kristus, yaitu yang diikuti oleh para pengikut Kristus.
Kristen adalah suatu istilah yang pertama kali digunakan di Antiokhia untuk menyebut para pengikut Yesus. Sebelumnya, mereka disebut sebagai pengikut Jalan Tuhan

Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. (Kisah Para Rasul 22:4)

Yang mana Jalan Tuhan yang dimaksud adalah Yesus Kristus (Yohanes 14:6). Selain itu, mereka sebelum disebut sebagai Kristen, juga disebut sebagai Nazarean atau Galilean, yang berasal dari kata “Nazareth” dan “Galilea” yang merupakan kampung halaman Yesus Kristus

And the disciples were first called Christians at Antioch – Here it was that they first received this standing appellation. They were before termed Nazarenes and Galileans. (Wesley Notes on Acts 22:4)

Jadi, kata “Kristen“, “Pengikut Jalan Tuhan“, “Nazarean” ataupun “Galilean” memiliki arti yang sama maksudnya, yaitu “Pengikut Kristus Yesus, sang Jalan Tuhan dari Nazareth, Galilea“.

Dan juga dari pengertian tersebut dapat dilihat pula bahwa bukan Paulus yang pertama kali mendirikan Kristen, sebab bukanlah Paulus yang pertama laki menjadi Pengikut Kristus, tetapi kedua belas murid Yesus lah yang pertama kali menjadi Pengikut Kristus.
Dan Paulus sendiri mengatakan bahwa bukan dirinyalah yang seruan kali menjadi Kristen: ROMA 16:7.

Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. (Roma 16:7)

Tetapi di sini saya tidak akan mengatakan bahwa ke-12 murid Yesuslah yang mendirikan Kristen, sebab Yesus Kristus sendirilah yang sebenarnya mendirikan Kristen. Dia yang memanggil ke-12 murid-Nya untuk menjadi pengikut-Nya, pengikut Kristus, sang Jalan Tuhan dari Nazareth, Galilea.

Dipublikasi di Kristologi | Tag | Meninggalkan komentar

Apakah Ajaran Paulus dan Ajaran Yesus Bertentangan?

Berikut akan ditanggap secara singkat tuduhan-tuduhan para Muslim tentang beberapa ajaran Paulus yang dianggap bertentangan dengan alasan Yesus.

1. Ketuhanan Yesus

Tuduhan Muslim: Yesus tidak pernah mengatakan bahwa diri-Nya Tuhan, tetapi hanya utusan. Tetapi Paulus mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan:

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Kor 8:6)

Tanggapan: Bila ada seseorang yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan diri-Nya Tuhan, maka artinya orang tersebut tidak mengerti Injil sepenuhnya. Yesus berkata:

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.(Yoh 13:13)

Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am. (KJV)

umeis phōneite me o didaskalos kai o kurios kai kalōs legete eimi gar (T. Receptus)

Mari kita bandingkan dengan perkataan Paulus:

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Kor 8:6)

But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him. (KJV)

all ēmin eis theos o patēr ex ou ta panta kai ēmeis eis auton kai eis kurios iēsous christos di ou ta panta kai ēmeis di autou (T. Receptus)

Jelas dari kedua ayat tersebut bahwa Paulus mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri. Jadi tidak ada pertentangan antara alasan Paulus dengan alasan Yesus di sini.

2. Hukum Taurat

Tuduhan Muslim: Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, tetapi Paulus membatalkannya:

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Mat 5:17-18)

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera (Ef 2:15)

Tanggapan: Apakah menurut Paulus dia membatalkan hukum Taurat? Tidak! Paulus berkata:

Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. (Roma 3:31)

Bukan Paulus yang membatalkan hukum Taurat, tetapi Yesus sendirilah yang membatalkannya:

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera (Ef 2:15)

Bukankah dalam Matius 5:18 Yesus berkata:“Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat.”? Betul, hukum Taurat otomatis ditiadakan bila langit dan bumi lenyap, sebab subyek hukum Taurat yaitu manusia, otomatis juga lenyap. Suatu hukum tidak akan berguna jika subyek hukumnya tidak ada, maka hukum tersebut harus ditiadakan atau dibatalkan. Tetapi, dalam Matius 5:18, Yesus juga menyebutkan suatu pengecualian, yaitu: “…sebelum semuanya terjadi.” Frasa:“semuanya terjadi” bukanlah tentang lenyapnya langit dan bumi, namun tentang sesuatu hal lain, dan ini lebih jelas bila dilihat dari terjemahan lain:

For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled. (Mat 5:18, KJV)

I tell you the truth, until heaven and earth disappear, not the smallest letter, not the least stroke of a pen, will by any means disappear from the Law until everything is accomplished. (Mat 5:18, NIV)

Jadi, sesuatu itu adalah tentang hal yang dipenuhi/fulfilled atau dicapai/accomplished. Dan sesuatu itu adalah tentang semua misi Yesus di bumi, dan puncaknya ada pada kematian Yesus di atas kayu salib. Sebab tujuan Yesus yang utama datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka (Matius 1:21 ; Yohanes 3:17), bukan hanya sebatas manusia bangsa Israel saja, namun seluruh manusia di bumi yang percaya kepada-Nya (Yohanes 10:16). Dan Dia melakukannya dengan mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia (Matius 20:28 ; Markus 10:45). Dia mati menggantikan manusia berdosa yang seharusnya menjalani hukuman atas dosa mereka, dan hukuman dari dosa adalah maut (Roma 6:23). Itulah tujuan utama yang dipenuhi dan dicapai oleh Yesus. Dengan hal itulah Yesus membatalkan hukum Taurat, seperti yang dikatakan Paulus dalam Efesus 2:15 di atas bahwa:dengan mati-Nya sebagai manusia, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan perintah dan
larangannya.”

Jadi jelas bahwa bukan Paulus yang membatalkan hukum Taurat, tetapi Yesus sendiri yang membatalkannya lewat kematian-Nya. Tapi dengan dibatalkannya hukum Taurat, bukan berati umat Kristen tidak mempunyai hukum untuk mengatur moral mereka. Umat Kristen masih mempunyai dasar hukum moral, yaitu hukum Kristus yang disampaikan oleh Yesus setelah merombak hukum Taurat yang tidak berlaku (Matius 5:21 s/d Matius pasal 7). Jadi tidak ada pertentangan ajaran Paulus dengan ajaran Yesus di sini.

3. Sunat

Tuduhan Muslim: Yesus disunat, tapi Paulus mengatakan sunat tidak penting:

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Luk 2:21)

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Kor 7:19)

Tanggapan: Sebenarnya, pada mulanya sunat merupakan salah satu tanda perjanjian antara Abraham (bukan Adam) dan keturunannya (bukan keturunan Adam) dengan Allah, yang harus dipegang oleh Abraham (bukan Adam) dan keturunannya (bukan keturunan Adam):

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kej 17:9-11)

Hal ini sama dengan yang dikatakan oleh Yesus:

Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat–sebenarnya sunat itu tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenek moyang kita–dan kamu menyunat orang pada hari Sabat! (Yoh 7:22)

Maka, Yesus yang secara manusiawi adalah keturunan dari Abraham, sudah seharusnya disunat. Selain itu, Allah mengadakan perjanjian tersebut agar Dia menjadi Allah Abraham dan keturunannya:

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. (Kej 17:7)

Musa dan Allah memperbaharui perjanjian Abraham dan Allah melalui keturunan Abraham, yaitu bangsa Israel dengan Musa sebagai perantaranya:

Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: “Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.” (Kel 24:7-8)

Karena bangsa Israel terus menerus melanggar perjanjian yang lama, karena tidak  mematuhi perintah-Nya, maka Allah suatu saat akan mengadakan perjanjian baru: YEHEZKIEL 31:31-34.

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.(Yer 31:31-34)

Dan Yesuslah yang menjadi perantara perjanjian baru tersebut:

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Mat 28:28)

Allah melalui perjanjian baru tersebut akan mengampuni dosa manusia, yaitu dengan kematian Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa orang-orang yang percaya. Maka, syarat sunat fisik dalam perjanjian lama sudah tidak diperlukan lagi, sebab Allah telah memberikan sebuah perjanjian baru. Bukan sunat fisik yang menjadi syarat perjanjian baru itu, namun imam kepada Yesus Kristus bahwa melalui kematian-Nya untuk menebus dosa manusia, Allah telah mengampuni dosa manusia.
Sekali lagi, Yesus disunat karena Dia merupakan keturunan Abraham yang masih terikat perjanjian lama, sebelum perjanjian baru dimulai. Dan selama hidup sebagai manusia di bumi, Dia telah memenuhi syarat perjanjian lama, termasuk hidup berdasarkan ketetapan dan firman Allah, hidup tanpa dosa. Dan Dia menjadi perantara perjanjian baru. Perlu dicatat juga bahwa Yesus tidak pernah mewajibkan sunat kepada para pengikut-Nya sebagai syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Jadi, sunat memang sudah tidak penting karena sudah diperlukan lagi sebagai syarat dalam perjanjian baru. Tidak ada pertentangan antara ajaran Paulus dengan ajaran Yesus di sini.

4. Dosa Waris

Tuduhan Muslim: Yesus tidak pernah mengajarkan dosa waris, tetapi Paulus mengajarkan:

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: /”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Mark 10:14)

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yeh 18:20)

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)

Tanggapan: Dalam  Markus 10:14, Yesus tidak mengatakan atau bermaksud menunjukan bahwa anak-anak tersebut tidak berdosa. Tetapi maksud Yesus adalah untuk menunjukan bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya lah yang akan masuk ke Kerajaan Sorga, yaitu orang-orang yang menerima dan percaya kepada-Nya. Ayat berikutnya akan memperjelas maksud ini: YOHANES 10:15

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya. (Mark 10:15)

Lalu untuk Yehezkiel 18:20 alasan mengapa tersebut tidak turut menanggung kesalahan ayahnya sebab:

Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya? Karena anak itu melakukan keadilan dan kebenaran, melakukan semua ketetapan-Ku dengan setia, maka ia pasti hidup. (Yeh 18:19)

Lalu untuk masalah Dosa Waris, ketika orang Kristen berbicara tentang Dosa Waris, yang dimaksud adalah tentang dosa Adam. Bukan tentang dosa seseorang, yang misalnya mencuri sesuatu dari orang lain, maka dosa orang itu akan diwariskan kepada anaknya. Bukan. Tetapi tentang dosa Adam yang oleh karenanya manusia menjadi tidak sempurna lagi dihadapan Allah. Adam pertama laki diciptakan Allah dengan sempurna , tanpa dosa. Dalam kesempurnaannya itu, Adam dapat menikmati hubungannya dengan Allah dan dapat hidup kekal di taman Eden. Namun semenjak Adam melakukan pelanggaran terhadap firman Allah, dia, dan juga istrinya, diusir dari taman Eden dan mendapatkan kutukan dari Allah, salah satunya adalah kematian (Kejadian 3:19). Kutuk tersebut merupakan tanda bahwa manusia berdosa dihadapan Allah. Karena kutuk tersebut, Adam dapat mengalami kematian fisik yang mana seharusnya tidak akan dia alami jika dia tidak melanggar firman Allah. Dan begitu juga manusia-manusia keturunannya juga mengalami kematian fisik atas kutukan dosa Adam, yang artinya mereka juga berdosa di hadapan Allah. Bahkan seorang bayi yang baru lahir bisa mengalami kematian fisik. Maka dari itu, tidak ada manusia yang tidak berdosa di hadapan Allah, seperti yang dikatakan para nabi:

Apabila mereka berdosa kepada-Mu-karena tidak ada manusia yang tidak berdosa-dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat (1 Raja 8:46)

Janganlah beperkara dengan hamba-Mu ini, sebab di antara yang hidup tidak seorangpun yang benar di hadapan-Mu. (Maz 143:2)

Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?(Ams 20:9)

Dan juga ayat berikut menunjukan bahwa manusia berdosa sejak bayi:

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Maz 51:5)

Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat. (Maz 58:4)

Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan? (Ayub 15:14)

Engkau tidak mendengarnya ataupun mengetahuinya, juga telingamu tidak terbuka dari sejak dahulu; tetapi Aku telah mengetahui, bahwa engkau berbuat khianat sekeji-kejinya, dan bahwa orang menyebutkan engkau: pemberontak sejak dari kandungan. (Yes 48:8)

Bagaimana manusia dapat memiliki kesempurnaannya (tanpa dosa) lagi? Yaitu dengan bertobat dan kembali ke jalan Allah, yang dibuktikan dengan percaya pada firman-Nya, maka Allah akan mengampuni dan membersihkan dosa mereka. Termasuk pada firman-Nya bahwa Dia akan membangkitkan seorang Penebus bagi manusia, yang akan menanggung hukuman atas dosa semua manusia supaya manusia dapat diselamatkan dan disembuhkan dari dosa (Yesaya 53:4-5), yaitu Yesus Kristus (Matius 20:28, Markus 10:45) supaya manusia mendapatkan lagi kehidupan kekal bersama Allah setelah hari Penghakiman.

Itulah yang dimaksud tentang Dosa Waris. Banyak Muslim salah paham tentang Dosa Waris dengan menyamakannya dengan dosa mencuri atau lainnya yang dilakukan seseorang.

Jadi sekali lagi, tidak ada pertentangan antara ajaran Paulus dengan alasan Yesus.
Dari beberapa tanggapan tentang tuduhan Muslim di atas, maka terlihat bahwa Muslim tidak mengerti ajaran dalam Alkitab. Mereka hanya menuduh untuk mendiskreditkan ajaran Kristen dengan mengkambinghitamkan Rasul Paulus. 2 PETRUS 3:15-16

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

(2 Petrus 3:15-16)

Dipublikasi di Kristologi | Tag , | Meninggalkan komentar